Login

Remember Me

       

Contact Us

Alamat :

Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat
Jl. Mujahidin No 16 E-F Pontianak 78121

Phone +62 561 8101080
Fax +62 561 766038

email : disbunkalbar@gmail.com

UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan                                      Jl. Budi Utomo No. 56 B, Siantan Hulu Pontianak 78242

 

Top Panel
- - - - - -

Perlindungan dan Data

KONSOLIDASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KEBAKARAN PADA LAHAN PERKEBUNAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2019

Kegiatan konsolidasi pencegahan dan pengendalian kebakaran pada lahan perkebunan ini dilaksanakan di Hotel Merpati Pontianak, selama 1 (satu) hari yaitu tanggal 29 April 2019.

Kegiatan ini bertujuan sebagai berikut :

- Memberikan sosialisasi terkait Peraturan Menteri Pertanian terbaru tentang Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

- Menyampaikan hasil inventarisasi hotspot sepanjang tahun 2018 dan menemukan langkah-langkah untuk menekan angka hotpot dan angka kejadian kebakaran lahan dan kebun di tahun 2019

-  Menyampaikan informasi perkiraan iklim dan cuaca sepanjang tahun 2019 dan sejauh mana penggunaannya dapat efektif menekan kejadian  kejadian kebakaran pada lahan dan kebun di Prov. Kalbar

- Memperkuat sinergitas masing-masing sektor sesuai dengan tupoksi dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran pada lahan dan kebun.

- meningkatkan kewaspadaan perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran baik dalam konsesi perusahaan perkebunan maupun area disekitarnya.

Peserta kegiatan adalah 150 orang yang terdiri dari PNS OPD Provinsi Kalimantan Barat, PNS OPD yang membidangi perkebunan di Kab/Kota, Asosiasi Perkebunan dan Perusahaan Perkebunan di Provinsi Kalimantan Barat.

Narasumber pada kegiatan tersebut sebagai berikut :

  1. ·         Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat dengan materi yang disampaikan berjudul sosialisasi Permentan No 05/Permentan/KB.410/1/2018 tentang Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar serta Tanggung Jawab dan Kewajiban Perusahaan terkait peraturan.
  2. ·         Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat dengan materi yang disampaikan berjudul pemetaan kawasan rawan bencana asap akibat kebakaran lahan dan kebun.
  3. ·         Kepala Bidang Pengendalian Perubahan Iklim, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup dengan materi yang disampaikan berjudul upaya mitigasi dan adaptasi kebakaran pada lahan dan kebun
  4. ·         Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas II Mempawah Kalimantan Barat dengan materi yang disampaikan berjudul manfaat informasi iklim dan cuaca dalam menekan kejadian kebakaran pada lahan dan kebun serta informasi perkiraan iklim sepanjang tahun 2019

Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut :

1. Sejak tahun 2018 Permentan No. 47/Permentan/OT.140/4/2014 dinyatakan tidak berlaku dan digantikan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 05/Permentan/KB.410/I/2018 tentang Pembukaan Lahan Perkebunan Tanpa Bakar

2.       2. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan perkebunan, yaitu :

·         membuat RKPPLP bagi perusahaan yang akan atau masih melakukan pembukaan lahan

·         kegiatan pembukaan dan pengelolaan lahan dapat dilakukan dengan cara manual maupun teknis tanpa membakar biomassa sisa pembersihan

·         perusahaan wajib membentuk satgas yang terdiri dari kepala, sekretaris, penanggung jawab urusan pencegahan, pemadaman dan logistik serta regu pemadam

·         regu pemadam terdiri dari regu inti dan regu pendukung yang terdiri dari karyawan perusahaan kebun sedangkan regu perbantuan terdiri dari masyarakat

·         jumlah regu pemadam harus menyesuaikan dengan luas IUP perusahaan. Demikian pula jumlah dan item perlengkapan regu pintu pemadam

·         untuk lahan perkebunan yang seluruhnya dalam kawasan APL wajib mematuhi standar di Permentan No 05/Permentan/KB.410/1/2018 sementara jika dalam lokasi perkebunan menggunakan lahan diluar APL maka dapat juga menggunakan peraturan yang sesuai dengan status lahan tersebut.

3.       3. Terdapat 182 desa/kelurahan yang berpotensi tinggi terhadap kebakaran hutan, lahan dan kebun.

4.      4.  seluruh perusahaan wajib memiliki dan melaksanakan Pergub Kalbar Nomor 103/2009 tentang PROTAP mobilisasi sumber daya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat.

5.      5. Prakiraan awal musim kemarau akan mulai dirasakan mulai dasarian ke II Bulan Juli, sementara puncak musim kemarau akan terjadi pada Bulan Agustus dan diperkirakan masih dalam kondisi normal.

6.       6. Prakiraan sifat hujan bulanan tahun 2019, diperkirakan pada Bulan Mei masih bersifat normal sedangkan untuk Bulan Juni - Oktober 2019 sifat hujan cenderung di bawah normal.

7. Upaya mitigasi dan adaptasi kebakaran lahan yang dilakukan oleh DPRKPLH berupa proklim, program BRG dan desa peduli gambut yang dapat digunakan perusahaan sebagai inspirasi kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan perkebunan untuk memberdayakan atau melibatkan masyarakat sekitar di dalamnya.

PENYUSUNAN ANGKA TETAP (ATAP) STATISTIK PERKEBUNAN TAHUN 2018 PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2019

Berdasarkan Undang-undang No. 39 Tahun 2014 bahwa tujuan pembangunan perkebunan secara ekonomi berfungsi meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, meningkatkan sumber devisa negara, menyediakan lapangan kerja dan kesempatan usaha, meningkatkan produksi, produktifitas dan kualitas serta nilai tambah saing dan pangsa pasar, meningkatkan memenuhi kebutuhan konsumsi dan bahan baku industry dalam negeri, memberikan perlindungan kepada pelaku usaha perkebunan dan masyarakat, mengelola dan mengembangkan sumberdaya perkebunan secara optimal, bertanggung jawab dan lestari, meningkatkan pemanfaatan jasa perkebunan.

 

Dalam rangka terus meningkatkan peranan sub sektor perkebunan dalam pembangunan nasional, diperlukan dukungan penyediaan data yang akurat dan tepat waktu. Untuk itu Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat secara rutin setiap tahun melakukan sinkronisasi data untuk menyamakan persepsi antara Propinsi dan Kabupaten agar diperoleh data yang digunakan untuk merumuskan/menentukan arah kebijakan maupun memenuhi kebutuhan data seluruh stakeholders dalam pembangunan perkebunan.

 

Data dan informasi yang ada harus memenuhi kriteria sahih (valid), terandalkan (reliable), mutakhir (up to date), obyektif (objective) dan konsisten (consistent). Dengan memperhatikan permasalahn dan tantangan pembangunan perkebunan saat ini dan masa mendatang yang  semakin kompleks, maka perlu adanya dukungan data dan informasi yang memenuhi kriteria dimaksud. Guna menunjang pemenuhan kebutuhan data dan informasi tersebut, khususnya tentang luas areal dan produksi perkebunan, pada saat ini perlu disusun suatu database atau basis data luas areal, produksi perkebunan dan jumlah petani yang terlibat dalam pembangunan perkebunan.

Tujuan  dilaksanakan Penyusunan Angka Tetap (ATAP) Statistik Perkebunan Tahun 2018, adalah :

§  Memperoleh Angka Tetap Tahun 2018 per komoditi dari seluruh Kabupaten/Kota. Untuk menghitung Angka Tetap diperlukan kesamaan pemahaman dan metode yang representative.

§  Untuk memperoleh satu kesatuan data yang valid, akurat dan objektif sesuai dengan acuan buku pedoman pelaksanaan.

§  Tersedianya publikasi data statistik perkebunan yang akurat, terkini dan lengkap secara rutin setiap tahun.

§  Mendapatkan informasi tentang data yang akurat dan tepat waktu (data luas areal produksi komoditas perkebunan)

 

§  Menuju satu angka statistik perkebunan dari tingkat Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.

 

Penyusunan Angka Tetap Statistik Perkebunan Tahun 2018 Ppovinsi Kalimantan Barat dilaksanakan pada tanggal 9-11 April 2019 di Hotel Mahkota Jl. Sidas No. 8 Pontianak, dan melibatkan instansi terkait, yaitu Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat setelahnya Penyusunan Angka Tetap Statistik Perkebunan Tahun 2018 Provinsi Kalimantan Barat akan dilakukan sinkronisasi dan validasi data di Tingkat Pusat (Direktorat Jenderal Perkebunan).

SOSIALISASI PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT) TERPADU TAHUN ANGGARAN 2018

Kegiatan Sosialisasi Pengendalian OPT Terpadu ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat Jalan Mujahidin No. 16 E-F Pontianak Provinsi Kalimantan Barat, selama 1 (satu) hari yaitu Tanggal 10 Juli 2018.

Kegiatan ini bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas lapang perkebunan dalam konteks pengendalian OPT dan menyiapkan tenaga terlatih dalam pengendalian OPT tanaman perkebunan sehingga dapat memininalisir terjadinya gangguan OPT.

Peserta kegiatan adalah Tenaga Kontrak Pendamping (TKP) dan Petugas Lapang Pembantu – Tenaga Kontrak Pendamping (PLP-TKP) yang ada di Kabupaten / Kota Kalimantan Barat dengan jumlah sebanyak 53 orang.

Narasumber :

1.      Kepala Bidang Perlindungan dan Data Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat (I Gusti Ayu Istanawati, A.Pi.,MM), dengan materi kebijakan dan regulasi pengendalian OPT;

2.      Kepala Seksi Jaringan Laboratorium Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak (Sunarti, SP), dengan materi Pengendalian OPT Terpadu Hama Kumbang Kelapa (Oryctes, sp);

3.      Penyelia Laboratorium Agen Pengendali Hayati (APH) Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak (Hamdani, STP, MP), dengan materi pengendalian OPT terpadu Hama Penggerek batang lada , penghisap bunga lada, dan penghisap buah lada.

 

Ekspetasi dari  para peserta kegiatan agar mereka diberikan fasilitas / dukungan biaya yang seimbang dalam melaksanakan tugasnya serta transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memantau dan mengendalikan OPT secara tepat guna sesuai standar teknis yang diberlakukan.