Login

Remember Me

       

Contact Us

Alamat :

Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat
Jl. M. Hambal No. 3 Pontianak 78121

Phone +62 561 8101080
Fax +62 561 766038

email : disbunkalbar@gmail.com

UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan                                      Jl. Budi Utomo No. 56 B, Siantan Hulu Pontianak 78242

 

Top Panel
- - - - - -

Pengembangan Tanaman dan Penyuluhan

Sumber Kelapa Dalam Organik Ada di Padang Tikar 2 Kab. Kubu Raya

 

Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar melakukan survei sekaligus verifikasi kebun kelapa dalam di Desa Padang Tikar 2, Kabupaten Kubu Raya sebagai upaya menjadikan sumber bahan baku organik. "Survei dan verifikasi yang kita lakukan seiring dengan hadirnya PT Indowell Cipta Lancar yang saat ini mulai masuk dan siap menampung kelapa dalam milik petani. Namun perusahaan tersebut butuh kelapa dalam yang organik," ujarnya Kadisbun Kalbar Heronimus Hero saat meninjau kebun di Padang Tikar.

Ia menjelaskan kelapa dalam organik tersebut akan menjadi bahan baku minyak kelapa yang organik pula. Tentu dengan begitu, ada nilai tambah yang akan didapat petani. "Nah, saat ini perusahaan yang menampung butuh rekomendasi dari kita dan kita siap mendukung selama dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Nanti, perusahaan akan mendaftarkan dan melakukan sertifikasi kebun yang bahan bakunya organik," kata dia.

Menurut Hero yang telah melakukan kunjungan lapangan bahwa 80 persen wilayah Desa Padang Tikar 2  tersebut adalah kebun kelapa dalam. Potensi kelapa dalam sangat besar. "Namun, selama ini kelapa dalam petani hanya dijual bulat saja atau kelapa jambul dan kopra. Kita harap ke depan ada nilai tambah lagi dari produk petani di sini," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indowell Cipta Lancar, Yan Andria Soe mengatakan bahwa saat ini pihaknya butuh bahan baku kelapa dalam organik. "Saat ini kita tengah mengajukan sertifikasi kebun organik ke lembaga yang memang berwenang. Tentu kita butuh rekomendasi juga dari pemerintah daerah dan bersyukur Disbun sangat menyambut baik dan membantu," kata dia.

Menurut dia, pabrik minyak kelapa murni miliknya berada di Batu Layang, Pontianak. Saat ini sudah dilakukan audit dari BPOM Pontianak. "Saat ini minyak kelapa murni ini primadona di luar negeri. Kita menargetkan ekspor. Bahan baku dari Padang Tikar 2. Itu semua bentuk kita ikut andil dalam memberikan nilai tambah kepada petani di sana," kata dia.

 

 

 

Harga Kopra Mulai Membaik

Petani kelapa dalam di Desa Padang Tikar 2, Kabupaten Kubu Daya, Kalimantan Barat, Akeng mengaku bersyukur harga kopra di tingkat petani saat ini sudah capai Rp6.000 per kilogram. "Kita bersyukur dalam dua bulan terakhir ini harga kopra terus mengalami tren kenaikan. Itu memang dambaan petani kelapa dalam," kata dia.

Ia menjelaskan dengan sudah mulai tingginya harga kopra di tingkat petani tentu akan meningkatkan pendapatan petani. "Kita berharap harga ini terus stabil dan bahkan terus meningkat. Sehingga pendapatan petani di sini meningkat pula. Saya memiliki luas lahan 37 hektare dan perlakuan kebun mulai ke organik," papar dia.

Rasa syukur senada disampaikan petani desa tetangganya, Desa Padang Tikar 1, Hariyanto. Menurut Hariyanto harga kopra saat ini sudah sesuai harapan. "Dengan harga yang ada dikaitkan dengan biaya pemeliharaan dan pengambilan buah serta keuntungan yang diharapkan sudah sangat bisa lah. Artinya ada upah bagi kita kerja. Biaya produksi bisa ditutupi atau masih untung" jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Padang Tikar 2, Efendi Senong menjelaskan bahwa dari luas wilayah Desa Padang Tikar 2 1.253 hektare, 90 persen nya adalah perkebunan kelapa. "Mayoritas penduduk di sini memiliki kebun kelapa dalam. Selain dari hasil tangkapan ikan laut, sumber pendapatan masyarakat dari jumlah penduduk di 4.500-an atau terdiri 1.268 Kepala Keluarga ada dari kebun kelapa dalam," papar dia.

Ia menyebutkan dari tanaman kelapa dalam yang ada, yang dijual masyarakat masih berupa kelapa jambul dan kopra. Sedangkan produk turunan lainnya masih belum ada. "Potensi kita sangat besar sehingga diharapkan ada produk turunan di sini. Sudah ada memang perusahaan yang siap menampung kelapa kita untuk bahan baku minyak kelapa murni. Syaratnya kebun kita harus diolah secara organik. Dengan hal itu bisa meningkatkan nilai tambah tentunya," katanya.